Home » Kurikulum Penggerak
AKADEMISI
Tentang Pembelajaran Mendalam
PEMBELAJARAN
MENDALAM adalah pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan
suasana belajar dan proses pembelajaran bertujuan membuat siswa:
1. Paham secara utuh (Berkesadaran)
2. Mau dan mampu menerapkan (Bermakna)
3. Senang dan termotivasi belajar
(Menggembirakan)
Pada
Pembelajaran mendalam ini harus menempatkan siswa sebagai pusat belajar,
bukan hanya mengejar nilai atau menghafal materi, pendekatan ini menekankan
proses berpikir kritis, refleksi, dan keterhubungan antara pembelajaran dengan
kehidupan nyata.
Pembelajaran
mendalam dikaitkan dengan Kurikulum Merdeka, jika Kurikulum Merdeka adalah
JALANNYA, maka Pembelajaran Mendalam adalah CARA MENGEMUDINYA.
Pembelajaran
Mendalam bukan tentang teknologi canggih atau metode yang rumit. Intinya adalah
MEMANUSIAKAN PEMBELAJARAN. Tugas guru bukan mencetak siswa yang pintar
menghafal, tapi membentuk generasi yang BERNALAR KRITIS, BERKARAKTER, DAN
MAMPU MEMECAHKAN MASALAH HIDUPNYA SENDIRI.
Untuk
memudahkan pemahaman pembelajaran mendalam Kemendikdasmen merumuskan dalam
formula mudah : 8 – 3 – 3 – 4
ANGKA 8 adalah Tujuan Akhir pembelajaran mendalam yaitu 8 Dimensi Profil Lulusan, yang meliputi :
1. Keimanan & Ketakwaan
2. Kewargaan
3. Penalaran Kritis
4. Kreativitas
5. Kolaborasi
6. Kemandirian
7. Kesehatan
8. Komunikasi
Angka
3 Pertama Adalah 3 PRINSIP PEMBELAJARAN,
yang merupakan JIWANYA dari pembelajaran mendalam, Ini adalah SUASANA
yang wajib ada di setiap kelas. Tanpa ini, bukan Pembelajaran Mendalam. 3
prinsip tersebut Adalah :
1. BERKESADARAN (Mindful): Siswa sadar KENAPA
dia belajar. Belajar bukan karena disuruh guru, tapi karena butuh.
2. BERMAKNA (Meaningful): Siswa paham UNTUK
APA pelajaran ini. Materi dikaitkan dengan kehidupan nyata di rumah dan
lingkungan.
3. MENGGEMBIRAKAN (Joyful): Siswa merasa SENANG.
Kelas aman, tidak takut salah, aktif, dan tidak membosankan.
Angka
3 Kedua Adalah 3 PENGALAMAN BELAJAR,
yang merupakan PROSESNYA pembelajaran mendalam. Ini adalah LANGKAH
yang harus dilalui siswa di kelas dan tidak boleh lompat.
1. MEMAHAMI : Siswa diajak MENGERTI
KONSEP INTI sampai benar-benar paham, bukan menghafal.
2. MENGAPLIKASI
: Setelah paham, siswa diajak MENERAPKAN, kemudian bisa membuat proyek,
memecahkan masalah nyata yang terjadi dan berdiskusi untuk memecahkan masalahnya.
3. MEREFLEKSI : Di akhir, siswa diajak
merenung : Apa yang sudah dipahami, Apa yang masih bingung dan bagaimana
bisa lebih baik lagi.
Pada
pengalaman belajar ini merubah pengalaman belajar siswa yang dulu :
Belajar
: Hafal è Ujian
è lupa.
Sekarang
menjadi :
Belajar
: Paham è
Terapkan è Renungkan è Melekat
seumur hidup
Angka
4 adalah Kerangka Pembelajaran yang merupakan PENDUKUNGNYA
pembelajaran mendalam, yang meliputi :
1. PRAKTIK PEDAGOGIS : Cara mengajar guru harus berubah, dari
ceramah menjadi fasilitator.
2. KEMITRAAN
PEMBELAJARAN : Sekolah harus bermitra dengan Orang Tua, Komunitas, dan
Dunia Usaha.
3. LINGKUNGAN PEMBELAJARAN : Lingkungan
fisik dan psikis sekolah harus aman, inklusif, dan mendukung.
4. PEMANFAATAN DIGITAL : Teknologi
digunakan secara bijak untuk memperdalam, bukan sekadar menggantikan papan
tulis.
Lebih
jauh, pendekatan ini menjadikan guru sebagai fasilitator, bukan
hanya pemberi materi, tetapi mendorong peserta didik berpikir, merasakan, dan
beraksi dalam proses belajar yang autentik